Bekasi  

Sukadanau Wakili Cikarang Barat dalam Penilaian Ulang Program Keluarga Tangguh Bencana

Bekasi – Beritapaktual.com – Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, terpilih menjadi wakil untuk menjalani tahap re-ceking atau pemeriksaan ulang Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) tingkat Kabupaten Bekasi. Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Sukadanau pada Jumat (8/8/2025) ini bertujuan memverifikasi kelengkapan data dan kesiapan desa sebelum maju ke kompetisi tingkat provinsi.

Acara ini dihadiri oleh Tim Juri dan Pengurus TP PKK Kabupaten, perwakilan dinas terkait, Camat Cikarang Barat Drs. Lukman Hakim, AP, MM, beserta Ketua TP PKK Kecamatan Hj. Anna Anriana. Turut hadir Kepala Desa Sukadanau Ali Sadikin beserta jajarannya, perwakilan Puskesmas Telaga Murni, Puskesmas Telaga Asih, RS Karya Medika, serta kader PKK dan posyandu se-Kecamatan Cikarang Barat.

Dalam sambutannya, Camat Lukman Hakim menyampaikan keyakinannya terhadap dukungan penuh seluruh elemen masyarakat dan aparatur desa terhadap kepemimpinan Kades Ali Sadikin, meski belum genap satu tahun menjabat.

“Meskipun belum genap satu tahun, kerja dan hasilnya positif. Saya yakin perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga mendukung kepemimpinannya,” ujar Lukman.

Lukman menekankan posisi strategis Sukadanau sebagai ‘desa induk’ dan berharap desa ini dapat bangkit menunjukkan kemajuannya. Ia menutup sambutan dengan harapan agar Sukadanau meraih juara pertama mewakili Cikarang Barat.

Sekretaris I TP PKK Kabupaten Bekasi, Tri Handayani, menjelaskan bahwa kegiatan re-ceking ini merupakan tindak lanjut dari lomba GKSTTB tingkat kabupaten pada 12 Agustus lalu yang diikuti perwakilan 23 kecamatan.

“Desa Sukadanau merupakan yang terpilih untuk di re-ceking,” jelas Tri.

Dia memaparkan, penilaian berfokus pada program kerja GKSTTB yang tercakup dalam sembilan indikator. Tujuannya adalah membangkitkan dan meningkatkan peran PKK tidak hanya dalam 10 program pokok, tetapi juga dalam ketangguhan penanganan bencana.

“Bencana kita lihat dari segi ekonomi, PHBS, lingkungan, KIA, dan juga posyandu,” ujarnya.

Kegiatan ini sangat penting karena akan menentukan peringkat juara 1, 2, dan 3 yang akan mewakili Kabupaten Bekasi di tingkat provinsi.

Kepala Desa Sukadanau, Ali Sadikin, menyambut baik kedatangan tim penilaian. Ia menyatakan bahwa tim akan menilai langsung kebenaran data yang telah disampaikan sebelumnya.

“Alhamdulillah, semua 10 kategori program tersebut ada di Sukadanau. Insyaallah jika memang baik, harapannya juara 1. Kami sudah masuk 3 besar. Harapan kami mudah-mudahan menjadi juara satu,” ujar Ali dengan optimisme.

Ia membeberkan sejumlah program unggulan yang telah berjalan, seperti program penurunan stunting dengan pemberian makan tambahan untuk balita, pemeriksaan kesehatan rutin di posyandu, hingga kerja sama dengan perusahaan untuk pengobatan gratis yang pernah menjangkau 200 warga.

“Akan kita adakan lagi untuk 500 orang, lebih banyak lagi,” tambahnya.

Di akhir, Ali Sadikin menyampaikan pesan khusus kepada warganya untuk menjaga kondusivitas dan tidak terprovokasi oleh situasi politik yang kurang baik.

“Jaga Desa Sukadanau, jaga Bekasi, jaga keamanan lingkungan… Yang penting Desa Sukadanau kondusif, aman, terkendali. Itu pesan kami khususnya untuk desa, kecamatan, kabupaten Bekasi, dan Republik Indonesia agar damai, tentram, dan sejahtera,” pungkasnya.

Berikut ini Penilaian Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) memerlukan kelengkapan data pada indikator berikut:

1.Data Umum: Jumlah penduduk berdasarkan usia, jumlah keluarga (sejahtera & pra-sejahtera), dan jumlah rumah.

2.Data Kesehatan: Cakupan ibu hamil, imunisasi bayi/balita, ASI eksklusif, kematian ibu/bayi, kasus penyakit (termasuk stunting), dan peserta KB aktif.

3.Data Lingkungan: Pengelolaan lingkungan bersih dan sehat, serta keberadaan bank sampah.

4.Data Kesiapsiagaan Bencana: Keberadaan posko bencana dan tim pendamping stunting.

Data-data ini vital untuk pemantauan, evaluasi, dan perencanaan program yang akurat guna meningkatkan kesehatan dan ketangguhan keluarga.(gepas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *