Bekasi  

Tangani 235 Kasus Penyelamatan Januari Hingga Agustus 2025

Bekasi, Beritapaktual.com – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi, mencatat peningkatan signifikan terhadap penanganan permohonan bantuan dengan menangani sebanyak 235 kasus penyelamatan sepanjang tahun 2025 selama Januari hingga Agustus.

“Tahun lalu untuk periode Januari hingga Agustus ada 71 kasus, sedangkan Januari-Agustus tahun ini mencapai 235 kasus,” kata Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada Damkar Kabupaten Bekasi Mulyadi Hadisaputra di Cikarang, Rabu.

Dia mengatakan upaya penyelamatan tahun ini justru didominasi penanganan evakuasi sarang lebah, ular, hingga kondisi darurat lain dibandingkan kasus kebakaran.

“Tren ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin mengandalkan tim Damkar tidak hanya saat kebakaran, tetapi juga dalam berbagai situasi darurat lain,” katanya.

Pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan tim melalui beragam pelatihan teknis mulai dari penanganan ular berbisa bersama para ahli, penanganan korban kecelakaan, penyelamatan orang tenggelam, pelatihan berenang hingga keterampilan rappelling untuk menjawab kebutuhan tersebut.

“Selain pelatihan internal, petugas Damkar juga dikirim mengikuti pendidikan dan pelatihan khusus di Diklat Ciracas, Jakarta Timur karena penyelamatan memerlukan keahlian khusus sekaligus keberanian anggota,” katanya.

Mulyadi mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap kejadian darurat secara jelas mencakup lokasi, jenis evakuasi, kondisi hingga waktu kejadian agar proses penyelamatan bisa berjalan lebih cepat dan tepat.

Dia juga meminta masyarakat untuk memberi akses jalan kepada armada Damkar, khususnya di wilayah padat penduduk dengan cara menghindari parkir liar serta kerumunan di lokasi kejadian.

“Masyarakat juga diharapkan tidak panik dan tidak melakukan tindakan berisiko sendiri sebelum tim tiba. Patuhi instruksi petugas demi keselamatan bersama,” katanya.

Damkar Kabupaten Bekasi menegaskan komitmen untuk siaga 24 jam penuh dengan kesiapan tim serta dukungan peralatan yang terus ditingkatkan.

“Pelatihan dan simulasi terus dilakukan agar tim rescue semakin profesional dan siap menghadapi berbagai situasi, mulai dari kebakaran, evakuasi hewan hingga penyelamatan di medan ekstrem,” ( gepas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *