Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional Tahun 2025, Wakil Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, S.E., M.Sos., bersama Ketua I TP PKK Lampung Tengah Ni Ketut Dewi Nadi, S.T., M.Sos., secara resmi membuka kegiatan Bakti Sosial bertema “Setara Berkarya Berdaya Tanpa Batas”. Acara tersebut berlangsung di LKS Disabilitas Mental Sabilunajah, Kampung Qurnia Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, pada Kamis (04/12/2025).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh tim dari Sentra Wyata Guna Kementerian Sosial RI, Kepala Dinas Sosial Lampung Tengah Ari Nugraha Mukti, Camat Seputih Mataram Fran Dalomes Arida, para kepala kampung se-Kecamatan Seputih Mataram, serta berbagai tamu undangan lainnya.

Perwakilan Sentra Wyata Guna Kemensos RI, Irma Dwi Andari, dalam laporannya menyampaikan bahwa berdasarkan asesmen, Kabupaten Lampung Tengah mendapat alokasi bantuan untuk 268 orang penerima manfaat yang tersebar di 22 kecamatan. Total nilai bantuan yang dikucurkan mencapai Rp 560.424.160, mencakup 175 unit alat bantu disabilitas, paket sembako, serta alat kebersihan diri.
“Kami berharap bantuan ini dapat tersalurkan dengan tepat sasaran dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat Lampung Tengah yang membutuhkan,” ujar Irma.

Wakil Bupati I Komang Koheri dalam sambutannya mengucapkan terima kasih serta apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Sosial melalui Sentra Wyata Guna yang selalu hadir mendampingi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya.
Beliau menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan amanat Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 yang mewajibkan negara untuk memelihara fakir miskin dan anak terlantar.
“Kehadiran pemerintah melalui program-program sosial seperti ini sangat penting dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua I TP PKK Lampung Tengah yang juga Anggota DPRD Provinsi Lampung, Ni Ketut Dewi Nadi, mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap penyandang disabilitas dan orang dengan gangguan mental.
“Peringatan Hari Disabilitas Internasional ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan empati sosial. Mari kita bahu-membahu menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah bagi semua,” ujarnya.(Bp)












