Lampung Tengah — Pembangunan drainase di Kampung Payung Batu menuai kekecewaan dari putra daerah setempat. Andres, yang juga dikenal dengan nama Rayan, menyampaikan keprihatinannya terhadap kualitas pekerjaan drainase yang dinilai dikerjakan secara asal-asalan serta tidak dilengkapi dengan papan informasi proyek.
Menurut Andres, hingga saat ini tidak ditemukan papan proyek di lokasi pekerjaan, sehingga masyarakat tidak mengetahui secara jelas sumber anggaran, nilai proyek, maupun pelaksana kegiatan. Padahal, papan proyek merupakan bagian penting dari keterbukaan informasi publik.
“Sebagai putra daerah asli Payung Batu, saya sangat kecewa. Pekerjaan drainase ini tidak ada papan proyeknya. Masyarakat jadi tidak tahu ini proyek apa, dari mana anggarannya, dan siapa pelaksananya,” ujar Andres kepada wartawan, Selasa (30/12/2025)
Ia juga menyoroti kualitas teknis pekerjaan yang dinilai memprihatinkan. Susunan batu pada drainase tampak jarang dan tidak rapat, sementara celah antar batu hanya ditutupi tanah, bukan dengan adukan semen sebagaimana mestinya.
“Kalau dilihat secara kasat mata, susunan batunya jarang-jarang, sela batunya cuma ditutup tanah. Ini jelas mengkhawatirkan daya tahannya. Jangan sampai baru sebentar sudah rusak,” tegasnya.

Selain itu, Andres menyayangkan tenaga kerja yang digunakan bukan berasal dari masyarakat sekitar. Menurutnya, seharusnya proyek di wilayah Kampung Payung Batu dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga setempat.
“Yang sangat disayangkan, tukang yang bekerja bukan orang-orang sekitar. Padahal banyak warga sini yang bisa dan membutuhkan pekerjaan,” tambahnya.
Ia berharap pihak terkait, baik pelaksana proyek maupun instansi pengawas, dapat segera turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan agar pembangunan drainase benar-benar sesuai spesifikasi dan bermanfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi. Redaksi masih berupaya mengonfirmasi untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut guna menjaga keberimbangan informasi.














