Bekasi,Beritapaktual,com.=Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kabupaten Bekasi mengambil langkah konkret untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah dengan menurunkan petugas langsung ke lapangan sejak awal tahun 2026.
Langkah ini dilakukan melalui pendataan ulang objek pajak serta pemeriksaan kepatuhan wajib pajak sebagai bagian dari upaya perbaikan kinerja penerimaan pajak daerah.
Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi, Iwan Ridwan, mengatakan langkah turun langsung ke lapangan menjadi bagian penting dari evaluasi menyeluruh terhadap penerimaan pajak daerah, terutama setelah target pajak tahun sebelumnya belum tercapai.
Menurutnya, pendataan dan pemeriksaan diperlukan agar potensi pajak dapat tergali secara optimal dan akurat.
Pada awal tahun ini kami sudah mulai melakukan pendataan objek pajak dan pemeriksaan wajib pajak sebagai langkah evaluasi dan perbaikan,” ujar Iwan.
Ia menjelaskan, petugas Bapenda tidak hanya melakukan pencatatan administratif, tetapi juga memastikan kesesuaian data objek pajak di lapangan dengan laporan yang disampaikan wajib pajak.
Upaya ini dinilai penting untuk mencegah kebocoran penerimaan dan meningkatkan transparansi pengelolaan pajak daerah.
Iwan menegaskan bahwa pajak daerah merupakan salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan di Kabupaten Bekasi.
Oleh karena itu, kepatuhan wajib pajak menjadi faktor kunci dalam memastikan keberlanjutan program pembangunan dan pelayanan publik.
Kami mengajak masyarakat untuk taat membayar pajak, terutama para pengusaha yang telah merasakan manfaat dan keuntungan dari penanaman modal di Kabupaten Bekasi,” kata Iwan.
Selain pengawasan langsung, Bapenda juga terus mengedepankan pendekatan persuasif melalui edukasi dan sosialisasi. pendapatan asli daerah dengan menurunkan petugas langsung ke lapangan sejak awal tahun 2026.
Langkah ini dilakukan melalui pendataan ulang objek pajak serta pemeriksaan kepatuhan wajib pajak sebagai bagian dari upaya perbaikan kinerja penerimaan pajak daerah.
Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi, Iwan Ridwan, mengatakan langkah turun langsung ke lapangan menjadi bagian penting dari evaluasi menyeluruh terhadap penerimaan pajak daerah, terutama setelah target pajak tahun sebelumnya belum tercapai.
Menurutnya, pendataan dan pemeriksaan diperlukan agar potensi pajak dapat tergali secara optimal dan akurat.
Pada awal tahun ini kami sudah mulai melakukan pendataan objek pajak dan pemeriksaan wajib pajak sebagai langkah evaluasi dan perbaikan,” ujar Iwan.
Ia menjelaskan, petugas Bapenda tidak hanya melakukan pencatatan administratif, tetapi juga memastikan kesesuaian data objek pajak di lapangan dengan laporan yang disampaikan wajib pajak.
Upaya ini dinilai penting untuk mencegah kebocoran penerimaan dan meningkatkan transparansi pengelolaan pajak daerah.
Iwan menegaskan bahwa pajak daerah merupakan salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan di Kabupaten Bekasi.
Oleh karena itu, kepatuhan wajib pajak menjadi faktor kunci dalam memastikan keberlanjutan program pembangunan dan pelayanan publik.
Kami mengajak masyarakat untuk taat membayar pajak, terutama para pengusaha yang telah merasakan manfaat dan keuntungan dari penanaman modal di Kabupaten Bekasi,” kata Iwan.
Selain pengawasan langsung, Bapenda juga terus mengedepankan pendekatan persuasif melalui edukasi dan sosialisasi.(gpas)














