KABUPATEN LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Pemkab Lamsel) mulai mengintensifkan langkah antisipatif terhadap berbagai tantangan daerah dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) mingguan, sebagai strategi mempercepat pelaksanaan program pembangunan sekaligus merespons cepat potensi Krisis yang terus berkembang.
Menurutnya, forum ini tidak sekadar menjadi ruang komunikasi, tetapi juga berfungsi sebagai mekanisme evaluasi rutin dan percepatan penyelesaian berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
“Kita perlu sering bertemu dan berkoordinasi agar setiap perkembangan dapat segera ditindaklanjuti.”
“Dengan rakor mingguan ini, berbagai kendala bisa langsung dibahas dan dicarikan solusi bersama,” ujarnya.
Lebih jauh, rakor tersebut juga dirancang sebagai sistem peringatan dini (Early Warning System) EWS untuk mendeteksi potensi hambatan dalam pelaksanaan program pemerintah daerah. Dan EWS bekerja dengan membantu data secara real-time dan menyampaikan informasi agar tindakan evakuasi atau intervensi media agar dapat segera dilakukan.

Melalui forum ini, pemerintah juga memastikan sinkronisasi kebijakan serta monitoring capaian program dilakukan secara berkelanjutan.
Sejumlah isu strategis turut menjadi perhatian dalam rakor, di antaranya fluktuasi harga pangan yang berdampak pada biaya produksi petani, nelayan, dan pelaku UMKM, serta ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang berpotensi mengganggu sektor pertanian.
Tak hanya itu, agenda pembangunan daerah juga dibahas, termasuk rencana penyelenggaraan Lamsel Fest, event drifting pada Mei mendatang, hingga peluncuran program digital seperti Halo Lamsel dan Lamsel Betik.
“Saya minta seluruh program berjalan sesuai target dan memiliki timeline yang jelas. Tidak boleh lagi ada penumpukan serapan anggaran di akhir tahun,” tukasnya.
Evaluasi pelaksanaan pekerjaan fisik di sejumlah perangkat daerah juga menjadi sorotan.
Hal ini dilakukan untuk memastikan proyek pembangunan berjalan sesuai jadwal sekaligus mencegah terjadinya penumpukan realisasi anggaran di akhir tahun.
Supriyanto sebagai Sekda Lampung Selatan mengingatkan bahwa tahun 2026 menjadi periode yang penuh tantangan, mulai dari keterbatasan keuangan daerah, dampak perubahan iklim yang semakin ekstrem, hingga potensi bencana yang perlu diantisipasi sejak dini.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah untuk mempercepat dan memiliki timeline yang jelas.
“Tidak boleh lagi ada penumpukan serapan anggaran di akhir tahun ini,” tegasnya.
Sehingga, ia juga menekankan bahwa pentingnya kolaborasi antar perangkat daerah sebagai kunci keberhasilan pembangunan.
“Keberhasilan daerah adalah hasil kerja bersama. Kita harus saling berkoordinasi, saling mendukung, dan bekerja kolaboratif demi kepentingan masyarakat Lampung Selatan,” terang Drs.Supriyanto, S.Sos.,M.M. (Al)














