Gedung KCC Lamsel Harga Mati, MERIK HAVIT Angkat Bicara “Jangan Sampai Kota Kalianda Jadi Terbengkalai Cooy”

KABUPATEN LAMPUNG SELATAN – Munculnya wacana, bangunan yang masih dalam tahap proses untuk dijadikan Kalianda Convention Center (KCC) akan dialihkan menjadi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) beberapa waktu terakhir membuat perbincangan menarik di berbagai kalangan masyarakat.

Perlu diketahui, bangunan KCC tersebut tepat berada di depan kantor Bupati Lamsel, atau bersebelahan dengan kantor DPRD Lamsel sekarang, yang dulu nya adalah Gedung Serba Guna (GSG) di Bumi Khagom Mufakat ini.

Dari informasi yang dihimpun media ini, pembangunan gedung KCC tersebut dengan total anggaran Rp.38 miliar. Tahap awal sudah di kucurkan senilai Rp.18,5 miliar, dan sisanya masih menunggu proses lanjutan.

Wakil Ketua DPRD Lamsel Merik Havit, angkat bicara terkait bangunan yang masih setengah perjalanan yang ada di tengah kota bertajuk Bumi Khagom Mufakat ini.

“Saran dan masukan agar KCC segera dilanjutkan. KCC harga mati.”

“Aspirasi masyarakat Kalianda yang sudah dinantikan dengan perencanaan yang matang bisa segera di selesaikan,” ungkapnya.

Dalam ikhwal tersebut disampaikan saat acara Badan Anggaran (Banggar) di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, pada Selasa 15 Juli 2025.

Legislatif dari Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kecamatan Kalianda dan Rajabasa tersebut berpandangan, menolak jika KCC di alih fungsikan menjadi gedung DPRD Lamsel.

“Kalau Gedung DPRD, nanti kita usulkan saja di tahun 2031,” tegasnya, di ruangan Banggar tersebut yang ditujukan kepada Dinas PUPR Lamsel.

Wakil Ketua DPRD Lamsel dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini berharap bangunan yang tujuannya KCC akan menjadi icon Lampung Selatan, dan kedepan akan lebih maju.
“Bagaimana KCC ini jadi idaman masyarakat.”

“Jangan sampai seperti yang sebelumnya menjadi KTC (Kalianda Terbengkalai Cooy), bangunan KCC itu menjadi terbengkalai juga,” tutur Merik Havit, S.H., M.H. (*/Al)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *