LAMPUNG – Dikala itu Pagi belum benar-benar terang ketika ponselnya bergetar. Ada sebuah pesan singkat yang masuk, memberi kabar tentang peristiwa kejadian yang harus segera diliput.
Disini tanpa banyak tanya, seorang jurnalis/wartawan meraih tasnya, memasukkan buku catatan kecil, perekam suara, kamera lalu bergegas menuju lokasi.
Begitulah hari-harinya dimulai bukan dengan hitung-hitungan untung atau rugi, bukan pula dengan bayangan tumpukan rupiah.
Melainkan dengan satu tekad sederhana: Mencari kebenaran dan menyampaikannya kepada publik.
Namun’ Profesi Wartawan sering kali dipandang sebelah mata oleh orang-orang yang tidak suka dengan mereka.
Ada yang mengira pekerjaan ini menjanjikan popularitas, ada pula yang menganggapnya sekadar perantara cerita.
Temukan lebih banyak
Kursus menulis berita&investigasi. (Al)
