Indeks

Kepala Dinas KPDH Jumali S.P M.IP Didampingi Sekretaris Dedi Padilah Menerima Kunjungan Yonif Makanis 848/SPK Brigif 8/Kompi Banua Di Ruang Dinas KPDH

Lampung Tengah — BP–Usai berkolaborasi dengan pihak Kejaksaan dan Polri, kali ini Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Lampung Tengah, menjalin kerjasama dengan pihak TNI, dalam rangka penguatan ketahanan pangan Nasional.

Hal itu tampak saat, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Lamteng, Jumali, S.P, M.IP, didampingi Sekretaris, Dedi Fadilah menerima kunjungan dari Yonif Mekanis 848/SPK Brigif 8/Kompi Banua, diruangannya, Rabu (6/8/2025).

Dari keterangan, Jumali menyampaikan bahwa, kunjungan Yonif Mekanis 848/SPK Brigif 8/Kompi Banua, dalam rangka menjalin komitmen antara TNI dan Pemkab Lamteng, untuk bersinergi dalam peningkatan produksi dan produktivitas pertanian, Penguatan ketahanan pangan nasional, Pemberdayaan petani dan masyarakat di sektor pertanian, dan merciptakan sinergi lintas sektor untuk mencapai tujuan bersama.

“Kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dengan meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, serta mengurangi ketergantungan pada impor. Dalam kolaborasi dengan pihak TNI ini juga mencakup penguatan infrastruktur pertanian, seperti irigasi, jalan usaha tani, dan pengadaan alat pertanian untuk mendukung produktivitas,” jelasnya.

Kita berharap lanjutnya, dalam kerja sama ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani, khususnya di Kabupaten Lamteng, salah satunya adalah dalam memanfaatkan lahan tidur, termasuk lahan milik TNI, untuk kegiatan pertanian produktif seperti urban farming dan perluasan areal tanam.

“Artinya, TNI melalui Babinsa (Bintara Pembina Desa) akan turut serta dalam mendampingi petani, memberikan penyuluhan, serta membantu pelaksanaan program pertanian di lapangan,” tukasnya.

Selain itu, DKPH Lamteng, dan TNI melalui Yonif Mekanis 848/SPK Brigif 8/Kompi Banua, akan bersama-sama melaksanakan program-program unggulan pemerintah di sektor pertanian, seperti optimasi lahan rawa (OPLAH), perluasan areal tanam, dan pompanisasi.

“Dalam kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, dan pemerintah daerah, untuk mencapai tujuan dan Asta Cita Presiden Prabowo, dalam penguatan katahanan pangan nasional,” tuturnya. (*)

Exit mobile version