Lampung Tengah – Langka & Mahalnya LPG (Liquefied Petroleum Gas) mulai dikeluhkan masyarakat lampung tengah ditengah besarnya lonjakan akibat penggunaan yang berlebih dari dapur rumah tangga sampai penjual UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).
Ini mengakibatkan lonjakan harga dari hari biasanya sehingga masyarakat mengeluh karena stok LPG terbatas,Menanggapi issue tersebut, Hefki Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) lampung tengah meminta Dinas Perdagangan UMKM, & Koperasi untuk segera turun dan cek ketersediaan “kami meminta Dinas terkait memonitor langsung yang terjadi dibawah, dan memberikan sanksi tegas kepada agen yang nakal, dan kalau perlu berikan teguran keras terhadap Patra Niaga lampung ” kata hefki, (Rabu 25 Febuari 2026)
Hefki juga mengatakan, selama ini hadirnya pangkalan maupun agen tidak melibatkan pemerintah daerah sehingga berisiko memonopoli barang “itu fakta, tidak pernah Patra Niaga melibatkan pemda, sehingga ini menjadi rawan, dan kita juga mempertanyakan kontribusi pemain LPG (Agen) juga terhadap alokasi CSR (Corporate Social Responsibility) kepada siapa”ketusnya.
Hefki berharap pemerintah lampung tengah ikut andil dan aktif mengawasi agar pengelolaan di lapangan realisasi tepat sasaran ” haruslah (check and balance) agar penyaluran dan pengawasan berjalan dengan semestinya “tutupnya.PGK














